Daftar Pelatih Legendaris Yang Mengubah Wajah Sepakbol

Untuk urutan pertama saya memilih Giovanni Trapattoni karena pelatih yang dikenal sebagai Mr. Trap merupakan salah satu pelatih dengan koleksi gelar terbanyak dalam sejarah.

Bersama Ernst Heppel, Il Trap sanggup memenangi titel liga di empat negara berbeda: Austria, Jerman, Italia dan Portugal.

Baginya, sebuah tim akan sukses jika memiliki kedisiplinan tinggi serta takkan terkalahkan apabila mempunyai lini pertahanan yang kuat dan bisa diandalkan.

Dia sudah membuktikannya bersama AC Milan, Juventus, Inter, Bayern Munich, Benfica serta Salzburg. Juventus bisa dibilang karier terbaiknya dengan enam gelar liga, dua Coppa Italia, dua Piala UEFA serta satu European Cup, Piala Winner, Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental.

Dia adalah pondasi awal kesuksesan seorang pelatih di Manchester United. Sir Matt Busby telah membawa Red Devils lima kali memuncaki klasemen di kompetisi kasta tertinggi Inggris dalam dua periode, yaitu awal 50-an dan akhir 60-an.

Timnya waktu itu disebut the Busby Babes. Dinamakan demikian karena para anak buahnya yang mayoritas berusia muda, termasuk Bobby Charlton dan Duncan Edwards. Dia sukses mengantarkan United menuju era keemasan, tapi delapan pemain meninggal dalam tragedi Munich.

Sebuah trofi European Cup disabet United besutannya dengan menghantam Benfica 4-1 dalam partai final di Wembley pada 29 Mei 1968 silam.

Pria berdarah Austria ini menjadi pelatih pertama yang memenangi European Cup (Liga Champions) dengan dua klub berbeda, yaitu Feyenord pada musim 1969/70 dan Hamburg pada 1982/83.

Ernst Happel juga meraih gelar liga di empat negara berbeda, yakni Belanda, Belgia, Jerman dan Austria. Dia adalah penganut strategi menyerang yang dipadukan dengan pressure total terhadap lawan setiap kehilangan bola.

Salah satu prestasi terbaiknya adalah mengantarkan timnas Belanda ke partai final Piala Dunia 1978.

Helenio Herrera adalah pelatih yang melahirkan Grande Inter, tim Inter Milan yang menjuarai European Cup dan Piala Interkontinental secara beruntun pada 1964 serta 1965.

Il Mago (the Wizard) termasuk perintis penggunaan motivasi psikologis dalam sepakbola. Dia juga menerapkan disiplin ketat kepada para pemainnya, termasuk untuk urusan menjaga diet dan kebugaran.

Herrera telah memenangi 16 gelar bergengsi selama melatih Atletico Madrid, Barcelona, Inter dan AS Roma.

Rinus Michels adalah mastermind di balik salah satu gaya permainan sepkabola paling terkenal dalam sejarah, yaitutotal football.

Timnas Belanda menggunakan sistem itu pada era 1970-an. Satu-satunya pemain dengan posisi pasti adalah penjaga gawang. Bek, gelandang dan pemain depan semuanya bebas bertukar posisi untuk mengambil keuntungan dari ruang-ruang kosong yang ditinggalkan oleh lawan.

Johan Cruyff menerapkannya secara sempurna di atas lapangan, dengan Michels sebagai otak dari tepi arena.

Gaya melatih Cruyff pun terinspirasi olehnya yang merupakan salah satu anak didiknya.

Miguel Munoz merupakan pelatih terbesar dalam sejarah Real Madrid. Munoz menjadikan Real Madrid salah satu kekuatan terbesar di Eropa.

Dia melatih Madrid selama 16 tahun dan memenangi sembilan gelar La Liga. Belum ada pelatih lain yang sanggup menyamai masa kepelatihan maupun apa yang sudah dicapainya di ibu kota.

Pria Spanyol itu telah melatih sejumlah talenta terbaik di dunia, seperti Alfredo Di Stefano and Ferenc Puskas.

Bob Paisley menangani Liverpool dari 1974 hingga 1983, cukup waktu untuk membawa klub Merseyside itu ke level yang benar-benar baru.

Dia adalah pelatih tersukses dalam sejarah the Reds dengan persembahan 20 gelar, yaitu enam liga, tiga Piala Liga, enam Charity Shield, tiga European Cup/Liga Champions, satu Piala UEFA dan satu Piala Super Eropa.

Hingga kini, dia masih memegang rekor sebagai satu-satunya pelatih yang memenangi tiga trofi European Cup.

Paisley ahli dalam menggerakkan para pemain sesuai dengan sederet skenario berbeda yang ingin diterapkannya di atas lapangan. Faktor psikologis adalah elemen terpenting dalam strateginya, dan itu membuat dia bisa menarik kemampuan terbaik dari tim besutannya.

Paisley memenangi enam penghargaan LMA Manager of the Year: 1976, 1977, 1979, 1980, 1982 dan 1983.

Jika Anda menyukai Catenaccio, maka berterima kasihlah kepada Nereo Rocco. Pelatih Italia ini menciptakan sebuah sistem yang memfokuskan pada efisiensi barisan belakang. Tujuannya hanya satu, yakni mencegah lawan mencetak angka.

Rocco melakoni debut melatihnya bersama Triestina pada 1947. Secara mengejutkan, dia sanggup membawa mereka ke peringkat dua Serie A, yang hingga kini masih tercatat sebagai prestasi terbaik klub tersebut. Yang paling hebat, Rocco melakukannya dengan strategi Catenaccio sepanjang musim, yang membuatnya terkenal di seantero Eropa.

Sepak terjang itu membawa Rocco ke AC Milan, klub yang dibimbingnya menjuarai European Cup pada tahun 1963 dan 1969.

Prestasi impresif seorang Brian Clough adalah membawa Derby County dan Nottingham Forest promosi dari Second Division ke First Division.

Yang lebih hebat lagi adalah dia mampu memenangi kasta tertinggi Inggris bersama kedua klub tersebut.

Dia merupakan seorang pelatih yang menjunjung tinggi disiplin dan intuisi. Tim-tim asuhannya bermain tidak atraktif, tapi mereka menerapkan kekuatan dan kualitas fisik sebagai senjata utamanya.

Termasuk dalam deretan trofi persembahan Clough sebagai pelatih adalah empat Piala Liga serta dua European Cup, dan semua itu diraihnya bersama Nottingham.

Franz Beckenbauer merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah ada, tapi Sang Kaisar juga tercatat sukses di tepi lapangan.

Hingga kini, dia adalah satu-satunya orang yang pernah memenangi Piala Dunia sebagai kapten dan pelatih, yaitu ketika turnamen itu digelar di tanah kelahirannya pada 1974 dan di Italia 1990.

Beckenbauer menekankan kepada para pemainnya agar selalu menikmati permainan dan tidak kebobolan satu gol pun dalam pertandingan.

Karisma dan kepemimpinannya sebagai pemain tak hilang meski berganti haluan menjadi pelatih, dan itu terbukti dengan keberhasilan dia membawa Marseille juara Ligue 1 pada musim 1990/91 serta mengantarkan Bayern Munich jadi kampiun Bundesliga 1993/94 dan Piala UEFA 1995/96.

Arrigo Sacchi (lahir di Fusignano, Italia, 1 April 1946; umur 66 tahun) adalah seorang pelatih sepak bola Italia, mantan pelatih utama Italia (1991-1996), dan dua kali manajer AC Milan (1987-1991, 1996-1997).

Sacchi tidak pernah menjadi pemain sepak bola profesional, dan sebelum menjadi pelatih ia adalah seorang penjual sepatu.

Sebagai manajer tim nasional Italia, Sacchi membantu Italia mencapai final Piala Dunia FIFA 1994, kalah dari Brasil melalui adu penalti. Pada tingkat klub ia cukup berhasil, terutama AC Milan. Dengan trofi domestik – memenangkan gelar di Seri A 1988, Piala Super Italia pada 1989 – berkembang menjadi sukses di tingkat Eropa : Piala Eropa pada tahun 1989 dan 1990, dan Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental pada tahun 1990 dan 1991.

Sacchi juga berhasil Parma (1985-1987 dan 2001) dan Atlético Madrid (1998-1999). Pada Desember 2004 ia diangkat sebagai direktur sepak bola di klub raksasa Spanyol Real Madrid, menggantikan Jorge Valdano.
Jika ada yang bisa menunjukkan kepada dunia bahwa sepakbola itu atraktif, memikat dan menyenangkan, maka Johan Cruyff lah orangnya.

Sang legenda Belanda memberi nuansa baru dan berbeda di Barcelona. Sebuah filosofi permainan yang kemudian dikenal dengan sebutan tiki-taka, bentuk revolusioner dari skema total football. Gaya ini memfokuskan pada dua hal: operan pendek dan mobilitas pemain.

Strategi Cruyff sebenarnya cukup sederhana, yakni mengalirkan bola dengan beragam jalur operan, menguasai permainan, dan menusuk lewat setiap celah yang ada.

Dia memenangi Copa del Rey, La Liga, Supercopa de Espana, UEFA Super Cup dan Liga Champions.

Melatih sebuah klub selama 25 tahun tanpa putus bukanlah hal mudah, tapi Sir Alex Ferguson telah melakukannya di Manchester United dengan cara yang luar biasa.

Dia berlabuh di Old Trafford pertama kali tahun 1986. Dia harus menunggu hingga musim 1989/90 untuk meraih gelar perdananya, yaitu di ajang Piala FA dan Community Shield.

Ferguson merupakan sosok manajer yang memberi dukungan dan kepercayaan penuh kepada para pemainnya, tapi dia meminta mereka disiplin, baik di dalam maupun luar lapangan.

Banyak talenta hebat yang sudah dipolesnya, termasuk Wayne Rooney, Roy Keane dan Eric Cantona.

United telah melewati berbagai era, dan Ferguson mampu membimbing mereka melaluinya hingga dia menjadi pelatih tersukses dalam sejarah persepakbolaan Inggris dengan 12 gelar liga, dua trofi Liga Champions dan sebuah titel Piala Dunia Antarklub FIFA.

Dia juga terpilih oleh IFFHS sebagai Pelatih Terbaik Abad 21.

Strategi ofensifnya telah menjadikan Ottmar Hitzfeld salah satu pelatih tersukses dalam sejarah persepakbolaan Jerman dan internasional.

Bersama Ernst Happel dan Jose Mourinho, dia merupakan satu dari tiga pelatih yang sanggup memenangi European Cup/Liga Champions dengan dua klub berbeda.

Dalam melatih, Hitzfeld merupakan sosok yang menyukaispeed, tempo cepat, sentuhan bola secara konstan dan kerapatan antarlini, gaya yang telah diterapkannya bersama Swiss sejak 2008.

Penghargaan IFFHS World’s Best Club Coach pun pernah diraihnya dua kali, yakni pada 1997 dan 2001 silam.

Marcello Lippi mengantarkan Italia ke puncak dunia pada tahun 2006 dengan sebuah filosofi sederhana: tim harus menjadi satu kesatuan.

Sepanjang karier kepelatihannya, Lippi percaya bahwa sebuah skuad boleh saja memiliki sederet talenta luar biasa, tapi mereka takkan sukses tanpa mental dan kerjasama tim yang kuat. Oleh karena itu, formasi yang dia terapkan selalu didasarkan pada skill para pemainnya.

Lippi adalah pelatih pertama yang memenangi turnamen internasional paling prestisius dengan klub dan tim nasional, yaitu  Liga Champions dan Piala Interkontinental bersama Juventus pada tahun 1996 serta Piala Dunia 2006 bersama Azzurri.

Sebelum menangani Italia, Lippi pernah melatih lebih dari 10 klub berbeda, termasuk Juve, Inter, Napoli, Atalanta, Siena dan tim primavera Sampdoria.

Pada tahun 2007, The Times memasukkan nama Lippi dalam daftar 50 Pelatih Terbaik Sepanjang Masa.

Eks manajer timnas Inggris yang merupakan penganut loyal gaya defensif Italia, tapi kemudian menyeimbangkannya dengan permainan menyerang.

Capello menunjukkan kehebatan melatihnya sejak bersama AC Milan pada awal 1990-an, yaitu ketika dia memimpinRossoneri membukukan rekor 58 laga tanpa kekalahan di Serie A. Dia juga sosok yang dikenal sangat disiplin dalam melatih.

Pada 1996, Capello hijrah dari Milan ke Real Madrid, tapi gaya defensifnya membuat dia terlempar, lalu kembali ke Milan. Setelah itu, dia melompat ke AS Roma, Juventus, mendapatkan kesempatan kedua bersama Madrid, hingga berakhir di timnas Inggris.

Bersama Three Lions lah dia mengembangkan skema permainan baru yang menekankan pada operan dan sentuhan, yang membuat para gelandang di timnya bisa memaksimalkan kreativitas serta mengalirkan bola dengan lebih akurat.

Vicente del Bosque González adalah mantan pesepakbola asal Spanyol yang saat ini menjadi pelatih tim nasional Spanyol.

Sebagian besar karier kepelatihannya dihabiskan di Real Madrid. Del Bosque juga ditahbiskan sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah klub ibukota Spanyol tersebut. Dia melatih Spanyol di arena Piala Dunia 2010.

Pada 11 Juli 2010, del Bosque menjadi pelatih pertama yang mengantarkan tim nasional Spanyol sebagai juara dunia setelah di partai final Piala Dunia mengalahkan Belanda dengan skor 1-0 lewat gol Andres Iniesta. Dan satu-satunya pelatih dalam sejarah Spanyol yang mengantarkan Spanyol meraih Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

Menahkodai Arsenal dari 1996. Sejak itu, Arsene Wenger sudah meraih tiga mahkota Premier League, empat titel Piala FA dan empat gelar Community Shield.
Pelatih asal Prancis ini dijuluki Le Professeur karena pendekatan sistematis, pengetahuan luar biasa tentang sepakbola, dan kemampuannya untuk berbicara dalam banyak bahasa.

Selama bertahun-tahun, Wenger dikenal sangat suka merekrut pemain-pemain yang kurang diperhitungkan, lalu menyulap mereka menjadi talenta berkelas dunia. Sederet nama, seperti Nicolas Anelka, Patrick Vieira, Thierry Henry dan Robin van Persie, telah mendunia di bawah tangan dinginnya.

Wenger adalah pria dengan masa kepelatihan terlama dan arsitek tersukses dalam sejarah the Gunners.

Jose Mourinho adalah salah satu pelatih paling kontroversial sepanjang sejarah sepakbola, tapi dia telah membuktikan kehebatannya bersama Real Madrid, Chelsea, Benfica, Porto, Uniao de Leira dan Inter Milan.

Pria Portugal yang mengklaim dirinya ‘special one’ ketika pertama kali diperkenalkan sebagai arsitek Chelsea pada tahun 2004 itu sanggup memotivasi para pemainnya untuk mengeluarkan semua kemampuan terbaik dalam diri mereka.

DIa berkeyakinan bahwa seorang pelatih harus menguasai banyak bidang, mulai persiapan tim hingga kepemimpinan, dan itu membuatnya menghasilkan rekor 150 laga kandang tanpa kekalahan dari Februari 2002 sampai April 2011.

Mourinho membawa Inter menjadi tim Italia pertama yang memenangi treble Serie A, Coppa Italia dan Liga Champions. Dia juga orang pertama yang menyabet penghargaan FIFA Ballon d’Or untuk kategori Pelatih Terbaik.

Bersama Los Merengues, Mourinho menyabet mahkota Copa del Rey 2010/11, La Liga 2011/12 dan Supercopa de Espana 2012.

Pelatih tersukses dalam sejarah Barcelona dengan 14 trofi dalam empat musim.

Strategi tiki-taka telah mengalir dalam darahnya. Josep Guardiola lalu menciptakan tim yang setiap lininya memahami taktik tersebut secara sempurna.

Ketika pertama kali menangani tim utama Blaugrana, Guardiola melepas sejumlah pemain yang tidak masuk dalam rencananya, seperti Ronaldinho, Samuel Eto’o serta Deco, dan membentuk skuad dengan mayoritas pemain dari La Masia. Alhasil, pada akhir musim pelatih yang memulai debut profesionalnya sebagai pelatih pada musim yang sama berhasil menggondol 6 trophy major yang diselenggarakan di di liga domestik 1, piala raja 1, piala super spanyol 1,uefa champion league 1, uefa super cup 1, dan fifa piala dunia antar klub 1.

Salah satu kelebihan Guardiola adalah kemampuan dalam memotivasi para pemainnya.

Dia dianugerahi penghargaan FIFA Ballon d’Or sebagai Pelatih Terbaik pada tahun 2011 karena dalam kiprahnya yang masih hijau Guardiola berhasil merebut 14 gelar sampai 2011.

Daftar Pemain Sepakbola Paling Tajam Di Liga Spanyol

Sepuluh pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Spanyol atau La Liga
Sepakbola saat ini benar-benar dikuasai oleh Leonel Messi dan Cristiano Ronaldo yang kebetulan sama-sama bermain di liga Spanyol. Keduanya merupakan pemain sepakbola paling tajam di liga Spanyol bahkan di dunia untuk beberapa tahun belakangan ini. Bahkan penghargaan Ballon d’Or seolah bergantian menjadi milik mereka. Secara tidak langsung mereka mengangkat pamor La Liga menjadi kompetisi paling elit di benua biru.

La Liga atau liga Spanyol memang terkenal rajin melahirkan pemain sepakbola yang subur dalam hal mencetak gol. Di sepanjang pelaksanaan kompetisi liga Spanyol telah lahir striker-striker handal yang sangat di takuti bek lawan. Pada artikel ini kami paparkan 10 pemain sepakbola paling subur dalam hal mencetak gol.

Sepuluh pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Liga Spanyol atau La Liga
10. Edmundo Suarez (195 gol)

Pemain asli Spanyol ini menjadi pencetak gol ranking ke 10 sepanjang masa dengan total gol sebanyak 195. Striker ini mencuat namanya ketika membela klub Valencia pada periode 1939 sampai 1950. Dia pernah memperkuat tim nasional Spanyol sebanyak 3 kali dan mencetak 3 gol.

9. Cristiano Ronaldo (205 gol)

Real Madrid's Portuguese forward Cristiano Ronaldo celebrates his second goal during the UEFA Champions League group A football match Real Madrid CF vs FC Shakhtar Donetsk at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid on September 15, 2015. AFP PHOTO/ PIERRE-PHILIPPE MARCOU
Real Madrid’s Portuguese forward Cristiano Ronaldo celebrates his second goal during the UEFA Champions League group A football match Real Madrid CF vs FC Shakhtar Donetsk at the Santiago Bernabeu stadium in Madrid on September 15, 2015. AFP PHOTO/ PIERRE-PHILIPPE MARCOU

Datang ke Spanyol pada tahun 2009 ketika di beli oleh Real Madrid, ketika itu dia menjadi pemain termahal di dunia. Datang sebagai mantan pemain bintang Manchester United, sebagai peraih Ballon d’Or dan juara Liga Champion, dia langsung menggebrak La Liga bersama Real Madrid. Total 205 gol yang sudah berhasil di lesakkan dan akan terus bertambah karena dia masih aktif bermain sampai sekarang. Rival abadi Leonel Messi ini sudah memperoleh semua gelar di level klub, mulai dari La Liga, Coppa del Rey, Liga Champion bahkan Ballon d’Or. CR7 juga pernah menjadi topskor La Liga di musim 2010–11 dan 2013–14.

8. Pahino (210 gol)
Striker Spanyol dengan nama asli Manuel Fernandez ini sementara menjadi peringkat ke delapan pencetak gol di kompetisi sepakbola Spanyol. Klub yang pernah dibelanya adalah Celta Vigo, Real Madrid, Deportivo dan Granada. Pemain sepakbola yang berkarir di periode 1943-1957 ini sebagian besar golnya di cetak ketika membela Real Madrid dengan jumlah gol sebanyak 108 dari 124 pertandingan. Dia menjadi topskor La Liga dua kali pada musim 1947-48 dan 1951-52.

7. Quini (219 gol)
Striker Spanyol dengan nama asli Enrique Castro Gonzalez bermain sepakbola dari tahun 1967 sampai 1987. Jumlah gol yang dicetaknya paling banyak ketika membela klub Sporting Gijon, tetapi gelar juara di raihnya ketika membela Barcelona dengan meraih juara La Liga musim 1982-83, Copa del Rey di musim 1980-81 dan 1982-83. Quini pernah lima kali menjadi topskor La Liga (1973–74,1975–76,1979–80,1980–81, 1981–82) dan dua kali topskor Segunda Division di musim 1969–70 dan 1976–77.

6. Cesar Rodriguez (223 gol)
Cesar Rodriguez Alvarez merupakan striker asli Spanyol yang memperkuat Barcelona di periode 1939 sampai 1955. Dia menjadi topskor La Liga di musim 1948–49. Dan gelar juara yang di peroleh ketika memperkuat Barcelona adalah lima kali juara La Liga. Dia mencetak 223 gol dalam 353 pertandingan atau dengan rasio 0,63%.

5. Alfredo di Stefano (227 gol)
Striker asal Argentina ini merupakan salah satu pemain terbesar Real Madrid. Berbagai gelar juara telah dia persembahkan untuk klub ibukota Spanyol tersebut, diantaranya empat kali juara European Cup di musim 1955–56, 1956–57, 1957–58, 1958–59 dan 1959–60. Delapan kali juara La Liga (1954, 1955, 1957, 1958, 1961, 1962, 1963, 1964), juara Copa del Rey di tahun 1962 dan juara Intercontinental Cup di tahun 1960. Mantan pemain Boca Juniors dan River Plate ini bermain sepakbola pada periode 1945 sampai 1966.

4. Raul Gonzalez (228 gol)

Raul Gonzalez Blanco, adalah striker andalan Real Madrid dan tim nasional Spanyol pada masanya. Striker asli produk dari Real Madrid junior ini telah mencetak 228 gol dari 550 pertandingan di level senior. Dia menghabiskan 16 musim untuk memperkuat tim ibukota tersebut. Sebanyak enam gelar juara La Liga dan tiga juara Liga Champions Eropa berhasil di rengkuhnya bersama Real Madrid. Raul juga pernah menjadi topskor di musim 1998-99 dan 2000-01.

3. Hugo Sanchez (234 gol)

Pemain sepak bola asli Meksiko ini merupakan andalan penggedor gawang lawan Real Madrid di periode 1985-1992. Lima buah juara La Liga berhasil direbutnya bersama Real Madrid. Hugo Sanchez menjadi topskor lima kali di tahun 1985, 1986, 1987, 1988 dan 1990. Dia pernah juga memperkuat klub Atletico Madrid sebelum bergabung di real Madrid.

2. Telmo Zarra (251 gol)

Legenda Athletic Bilbao ini bermain sepakbola pada periode 1939 sampai 1957. Torehan rekor gol sebanyak 251 gol di kompetisi sepakbola Spanyol ini sempat bertahan lama sebelum di pecahkan sama Leonel Messi tahun 2014. Rasio gol yang di ciptakan per pertandingan sangatlah fantastis yaitu 0,91. Telmo Zarra juga pemegang enam kali topskor liga Spanyol.

1. Lionel Messi (264 gol)

Mega bintang dari Argentina ini serasa tidak berhenti untuk menciptakan beberapa rekor, salah satunya yang di pecahkan adalah sebagai pemain paling produktif sepanjang masa di kompetisi sepakbola Spanyol dengan torehan 264 Gol, torehan tersebut masih akan bertambah karena Leonel Messi masih aktif bermain untuk Barcelona. Pemilik empat Ballon d’Or berturut-turut ini banyak yang memperkirakan akan masuk sebagai legenda abadi sepakbola menyusul Pele dan Maradona. Semua gelar klub dan individu sudah berhasil berkali-kali diraihnya hanya satu saja yang belum kesampaian yaitu juara Piala Dunia bersama tim nasional Argentina

10 Legenda Sepakbola Belanda – legenda Oranje

Belanda terkenal dengan Total Football-nya. Meski tidak punya prestasi sementereng Brasil atau Spanyol, Belanda adalah salah satu kekuatan besar dalam dunia sepakbola. Kekuatan itu muncul lewat pemain-pemain terbaik yang pernah dilahirkan Negeri Kincir Angin itu.
Berbicara mengenai legenda Belanda di masa lampau, siapa tak kenal Johan Cruyff? Atau Marco van Basten? Masih ada pemain-pemain lainnya seperti Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Dennis Bergkamp, Marc Overmars, Edgar Davids, Frank dan Ronald de Boer, Patrick Kluivert, Edwin van Der Sar dan masih banyak lagi.
Atau mungkin Ruud van Nistelrooy, Wesley Sneijder, hingga Robin van Persie yang baru saja membawa Manchester United meraih gelar Liga Inggris ke-20. Merekalah pemain-pemain yang kontribusinya tak main-main baik di level klub maupun timnas.
dari situs olahraga GOAL.com Indonesia mencoba memilih sepuluh dari sekian banyak pemain Belanda yang bisa dikategorikan sebagai legenda Oranje.

1. Johan Cruyff

Johan-Cruyff

Jika Rinus Michels adalah penemu total football, maka Johan Cruyff adalah peraga paling sahih dari gaya permainan ofensif itu. Tak salah jika legenda hidup Belanda ini dijuluki “The Total Footballer”. Namun, peraih Ballon D’Or tiga kali ini hanya mampu mengantarkan Oranje sebagai runner-up di dua Piala Dunia. Meski demikian, Cruyff boleh dibilang sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dipunyai Negeri Kincir Angin.
Cruyff adalah alasan utama di balik kesuksesan Barcelona saat ini. Cruyff menciptakan ikatan kekal antara Catalunya dan Belanda. Sebagai pemain, ia memang hanya menjuarai satu gelar La Liga Spanyol dan satu Copa del Rey. Sebagai pelatih, Cruyff mengubah Barcelona selamanya. Ialah pencetus lahirnya akademi La Masia, yang mengopi sistem pembinaan Ajax, dan tentunya menanamkan unsur total football ke dalam gaya permainan klub.

2. Dennis Bergkamp

Ada banyak sekali pemain Belanda yang memiliki skill kelas dewa seperti Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Johan Cruyff. Namun, hanya ada satu pemain yang punya teknik terbaik di antara semuanya. Dialah Dennis Bergkamp. Mantan pemain Ajax, Internazionale, dan Arsenal ini saat ini menjabat sebagai asisten Frank de Boer di Ajax.
Bergkamp punya gol-gol terbaik yang pernah dicetak di level klub maupun timnas. Rencananya dalam mengolah si kulit bundar begitu jelas, sehingga tampak seperti tak menggunakan insting strikernya. Duetnya bersama Thierry Henry di Arsenal menjadikan mereka sebagai duet maut The Gunners di Liga Primer Inggris era 1990-an akhir hingga awal tahun 2000.

3. Marco van Basten

Meski ‘mati muda’ di usia 28 tahun, ketika cedera parah membuatnya pensiun, Marco van Basten telah mencapai impian yang didambakan para pesepakbola: meraih Ballon D’Or tiga kali, tiga kali Scudetto, tiga Piala Super Italia, dua trofi Liga Champions, satu Piala Eropa dan tentu puluhan trofi individual.
Bersama Ajax, AC Milan, dan timnas Belanda, ia sanggup mencetak 277 gol. Sebuah rekor yang mengagumkan bagi pemain yang harus pensiun di usia matang. Belanda beruntung mampu melahirkan seorang Van Basten yang bisa memberikan banyak trofi bagi tim.

4. Ruud Gullit

Ruud Gullit adalah seorang pemimpin terbaik yang pernah dimiliki Belanda. Ia menjadi kapten Belanda ketika sukses merengkuh Euro 1988. Gullit, bersama Marco van Basten dan Frank Rijkaard dijuliki sebagai ‘The Three Musketeers’ yang mampu membuat timnya meraih kegemilangan.
Terkenal dengan rambut gimbalnya, Gullit menjadi bagian tak terpisahkan dari era emas AC Milan di sekitar tahun 1990 ketika sanggup menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut dan tiga kali memenangi Scudetto. Gullit sanggup memenangi gelar-gelar besar di Italia, Belanda, dan Inggris.

5. Frank Rijkaard

Frank Rijkaard adalah gelandang bertahan terbaik yang sudah memenangkan segalanya. Ia membuktikan diri sebagai pemain no. 5 yang sanggup membuat Milan merajai Italia dan Eropa di sekitar tahun 1990. Bersama Belanda, Rijkaard mampu membantu Oranje meraih kesuksesan di Euro 1988.
Sebagai pelatih, ia melanjutkan ikatan yang abadi antara Belanda-Barcelona. Memenangi Liga Champions dan La Liga Spanyol bersama Barca.

6. Clarence Seedorf

Legenda hidup Belanda yang masih aktif sebagai pemain. Clarence Seedorf adalah satu-satunya pemain di dunia yang pernah menjuarai Liga Champions dengan tiga klub yang berbeda, yakni bersama Ajax (1995), Real Madrid (1998), dan AC Milan (2003 dan 2008).
Seedorf, yang saat ini bermain di klub Brasil Botafogo, adalah gelandang yang mampu bertahan dan menyerang sama baiknya. Kekuatannya adalah mampu menahan bola dalam kondisi tertekan dan punya momentum yang selalu pas saat menyerang.

7. Edwin van der Sar

Faktanya adalah, Edwin Van Der Sar merupakan kiper terbaik yang pernah dimiliki Belanda. Perawakannya yang jangkung, menjadikan bakat kipernya begitu terlihat. Ia sanggup menjadi kiper yang dua kali menjuarai Liga Champions dengan dua klub berbeda, yakni bersama Ajax (1995) dan Manchester United (2008).
Ia sudah malang-melintang di Belanda, Italia (Juventus), dan Inggris (Fulham dan United). Kehebatannya dengan mudah terlihat saat Van Der Sar terus menjadi kiper utama United hingga tahun 2011 di usianya yang sudah mencapai 40 tahun pada waktu itu.

8. Ruud van Nistelrooy

Ruud van Nistelrooy adalah legenda Manchester United dan merupakan salah satu striker terbaik dunia saat mencapai usia matangnya. Ia sanggup menjadi topskor di tiga negara, yakni di Liga Primer Inggris (United), La Liga Spanyol (Real Madrid), dan Eredivisie Belanda (PSV).
Mesin gol yang sanggup mencetak 249 gol di level klub dan hanya terpaut lima gol dari pencetak gol terbanyak timnas Belanda, Patrick Kluivert (40 gol). Kariernya di empat liga top Eropa menjadikannya sebagai bomber yang mudah beradaptasi.

9. Faas Wilkes

Mungkin namanya kurang dikenal karena Faas Wilkes adalah salah satu pemain hebat namun tidak beruntung yang pernah dimiliki Belanda. Ia adalah true legend yang memiliki rasio gol di timnas Belanda melebihi Patrick Kluivert dan Dennis Bergkamp. Wilkes sanggup mencetak 35 gol hanya dalam 38 pertandingan.
Ia seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol bagi Oranje seandainya KNVB mengijinkan pemain yang bermain di luar Belanda untuk membela timnas. Sepanjang kariernya (1946-1961), ia tidak boleh membela Belanda dari tahun 1949-1955 karena ia memperkuat Internazionale, Torino, dan Valencia. Wilkes meninggal pada Juli 2006 di usia 82 tahun dan dianggap merupakan talenta paling underratedyang pernah dimiliki Belanda.

10. Johan Neeskens

Johan Neeskens dikenal karena menjadi pemain yang membuat Belanda unggul cepat di final Piala Dunia 1974 melawan Jerman Barat. Dalam turnamen tersebut, Neeskens menjadi pemain kunci Oranje.
Kariernya cukup impresif bersama Ajax yang sanggup hattrick menjuarai Piala Champions tahun 1971-1973. Ia lalu mengikuti Johan Cruyff ke Barcelona dan dijuluki “Johan Segon” (Johan the second). Neeskens yang berposisi sebagai gelandang, saat ini menjadi pelatih di salah satu klub di Afrika Selatan.

Biografi Lionel Messi Calon Legenda Argentina

Lionel Andres Messi dilahirkan di Rosario, Argentina, 23 tahun silam. Ia adalah putra dari pasangan Jorge dan Celia Messi. Sejak umur lima tahun, Messi sudah bermain sepakbola dengan sebuah klub lokal, Grandoli, yang dilatih oleh sang ayah. Messi memang pemain bola berbakat alami, seperti rivalnya saat ini,  Cristiano Ronaldo. Olah tubuh dan kelihaiannya menggocek bola bukan hanya didapat dari latihan, namun tumbuh secara naluriah.
407917-lionel-messi-gestures700
Namun tidak seperti Ronaldo yang berfisik sempurna. Messi saat masih kecil mengalami kelainan pertumbuhan. Dirinya divonis kekurangan hormon pertumbuhan yang menghambat tinggi badannya. Alhasil, sampai usia belasan tahun, tinggi badan Messi lebih kecil dua tahun dari teman-teman sebayanya. Dokter pun mengatakan bila dibiarkan, tinggi maksimal Messi hanya akan mencapai 140 sentimeter.

Namun, meskipun demikian, Messi dapat menutupi kekurangannya tersebut dengan bakatnya. Ketika bergabung di tim junior klub ternama Argentina Newell Old Boys, Messi tak terkalahkan di lapangan. Pernah dalam suatu pertandingan ia dengan mudah melewati dua pemain lawan bertubuh besar (postur ideal). Lawannya yang lebih besar, yang pertama, dengan gampang dilewati. Lawan keduanya, berusaha mencegat dengan memanfaatkan badannya yang lebih besar. Tapi, dengan sedikit tipuan kaki, Messi dengan bolanya bisa lewat dengan mulus sedang lawannya itu malah terjatuh.
Meskipun gemilang di lapangan, namun kekurangan fisik Messi mengkhawatirkan kedua orang tuanya. Sang ayah, Jorge, hanya seorang pekerja pabrik dengan gaji kecil disamping melatih klub Grandoli yang berstatus semi-pro. Saat itu, Messi memang menjalani terapi hormon, namun biaya untuk hal tersebut tidaklah sedikit. Sekitar 650 US$ setiap bulannya. Jorge hanya mampu membiayai terapi hormon Messi selama dua bulan pertama. itupun dari seluruh tabungan asuransi kesehatannya.
Krisis ekonomi yang dialami Argentina kala itu juga membuat Jorge sedikit patah arang. Ia hampir berniat membawa keluarganya pindah ke Australia. Namun untunglah hal tersebut urung terjadi berkat andil seorang pria.
Adalah Charles Rexarch, Direktur Personalia  Barcelona yang sedang berada di Argentina untuk mencari pemain muda potensial. Kabar mengenai kehebatan Messi sampai ke telinga Rexarch. Ia pun menemui bocah tersebut. Meskipun mengetahui kekurangan fisik Messi, Rexarch tetap membawanya ke Spanyol setelah melihat aksinya dilapangan. Messi kala itu berusia 13 tahun.
Awalnya, pihak Barcelona juga ragu untuk mengontraknya karena mengetahui kekurangan tersebut. Namun begitu melihat langsung aksi Messi di lapangan, mereka langsung menyodorinya kontrak untuk ditandatangani. Barcelona juga memutuskan untuk membiayai terapi hormon Messi sampai ia mencapai tinggi maksimal. Tak hanya itu, mereka juga memberi pekerjaan kepada ayah Messi, Jorge, dan rumah bagi keluarga Messi di Spanyol.
Berkat terapi hormon, Messi dapat tumbuh hingga 169 sentimeter. Tinggi yang, walaupun bukan ideal untuk seorang pesepakbola, namun merupakan tinggi badan normal.
Di Tim B Barcelona, ia mencetak 35 gol dalam 30 pertandingan. Prestasinya membuat ia segera naik pangkat ke tim senior pada 2004. Tak sia-sia Barca merekrutnya. Ia menjadi pemain termuda yang pernah mencetak gol untuk timnya di Primera Liga Spanyol pada 2005, saat turun menghadapi Albacete. Usianya baru 17 tahun, sepuluh bulan dan tujuh hari. Ia sering dibandingkan dengan legenda Argentina Diego Maradona, termasuk oleh Maradona sendiri. Golnya pada semi-final Piala Raja 2007 melawan Getafe mengingatkan orang pada “Gol Terbaik Abad Ini” yang dicetak Maradona di Piala Dunia 1986. Media Spanyol menjulukinya “Messidona”.
Pada 2005, Barcelona menawarkan kontrak baru hingga 2010 senilai €150 juta, €30 juta lebih tinggi dari kontrak Ronaldo, yang masih dianggap sebagai pemain terbaik dunia saat itu. Masih di tahun yang sama, ia untuk pertama kalinya mendapat kesempatan untuk tampil di timnas senior Argentina, melawan Hongaria. Setelah hanya 40 detik tampil, ia dikeluarkan karena menyikut pemain lawan Vilmos Vanczak, yang menarik kausnya saat ia berlari. Keputusan wasit itu mengundang kontroversi. Maradona bahkan terang-terangan mendukung aksi Messi.
Ia menjadi pemain termuda yang pernah tampil untuk Argentina pada Piala Dunia 2006, saat menghadapi Serbia-Montenegro. Tidak hanya itu, ia juga memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda dalam turnamen itu, dan keenam sepanjang sejarah Piala Dunia. Pada September 2005, Barcelona sekali lagi memperpanjang kontraknya, kali ini hingga 2014. Ia memutuskan untuk memegang kewarganegaraan Spanyol (dengan prinsip dua kewarganegaraan yang dianut negara tersebut, memungkinkan Messi menjadi warga negara Spanyol dan Argentina sekaligus), dan dengan demikian bisa membela Barca di Primera Liga. Sebelumnya, ia tidak bisa tampil karena klubnya telah memenuhi kuota untuk pemain non Uni Eropa.
Tidak seperti beberapa pemain bintang yang menikmati kehidupan mereka sebagai selebriti, Lionel Messi adalah sosok yang tertutup. Selain dari aksinya di lapangan hijau, ia jarang membuka mulut tentang kehidupan pribadinya. Messi nyaris tak pernah mengumbar hubungannya dengan wanita, namun tampaknya pemain bola memang merupakan magnet bagi para model. Kini ia dikabarkan tengah dekat dengan model Luciana Salazar yang berusia 28 tahun, setelah lepas dari Macarena Lemos, yang juga seorang model. Tapi itu tak menyurutkan niat para fans untuk mendekatinya. Di Peru, seorang wanita melompat ke hadapannya dari atas tribun penonton, saat ia berjalan keluar dari lapangan. Messi berusaha memperingatkannya, tetapi wanita itu keburu jatuh terguling di lapangan, sebelum dikeluarkan oleh petugas keamanan.
Messi merupakan pemain kidal yang serba bisa. Ia mampu tampil sama baiknya di tengah, sayap, maupun sebagai penyerang. Kecepatan, kemampuan dribel dan visinya adalah kelas dunia. Rivalitas antara dirinya dan Cristiano Ronaldo, yang juga merupakan pesepakbola terbaik di dunia, sudah menjadi legenda.
Kini, Messi adalah pemain kunci klub Barcelona dan tim nasional Argentina. Gerbang kesuksesan telah dimasukinya dengan kerja keras, bakat dan kegigihan. Messi juga dikenal fokus pada karirnya dan menjauhi kehidupan glamor. Hal-hal semacam ini justru menambah nilai positif Messi di mata fans dan pendukungnya.
Mari kita nantikan lagi aksi Messidona di lapangan!
Profil singkat Lionel Messi:
Nama lengkap : Lionel Andres Messi
Nama beken : Lionel Messi
Julukan : Messidona, Messiah
Posisi : Penyerang / Sayap
Karir:
Klub
Barcelona (157/105) (2004 – sekarang)
Timnas
Argentina (53/15) (2005-sekarang)
Penghargaan :
  • FIFA World Player of the Year: 2009
  • FIFA Team of the Year: 2008, 2009
  • European Footballer of the Year: 2009
  • U-21 European Footballer of the Year: 2007
  • Onze d’Or: 2009
  • FIFA U-20 World Cup Player of the Tournament: 2005
  • FIFA U-20 World Cup top goalscorer: 2005
  • Copa América Young Player of the Tournament: 2007
  • La Liga Player of the Year: 2009
  • La Liga Forward of the Year: 2009
  • La Liga Foreign Player of the Year: 2007, 2009, 2010
  • La Liga Ibero-American Player of the Year: 2007, 2009, 2010
  • La Liga Player of the Year: 2009, 2010
  • La Liga top goalscorer: 2009–10
  • FC Barcelona top goalscorer: 2008–09, 2009–10
  • European Golden Shoe: 12009–10
  • UEFA Champions League Player of the Year: 2008–09
  • UEFA Champions League Forward of the Year: 2008–09
  • UEFA Champions League top goalscorer: 2008–09, 2009–10
  • UEFA Champions League Final Fan’s Man of the Match: 2009
  • UEFA Team of the Year: 2008, 2009
  • FIFPro World Player of the Year: 2009
  • FIFPro World Young Player of the Year: 2006, 2007, 2008
  • FIFPro Special Young Player of the Year: 2007, 2008
  • FIFPro World XI: 2007, 2008, 2009
  • World Soccer Player of the Year: 2009
  • World Soccer Young Player of the Year: 2006, 2007, 2008
  • FIFA Club World Cup Golden Ball: 2009
  • Player of the Year of Argentina: 2005, 2007, 2008, 2009

Cristiano Ronaldo VS Lionel Messi Siapa Yang Lebih Hebat?

Kedua nama ini bisa dibilang adalah ikon dari sepak bola modern seperti sekarang. bagaimana tidak, permainan keduanya yang brilian dan cemerlang benar benar telah memukau dunia. Apalagi sekarang keduanya bermain untuk dua klub sepak bola raksasa yang permusuhannya sangat melegenda (Real Madrid & Barcelona). Tentu akan sangat menarik untuk mengetahui siapakah diantara kedua “Dewa” sepak bola modern ini yang lebih baik, nah melalui postingan ini, saya akan coba membandingkan keduanya menurut beberapa rujukan. Saya akan coba membedakan kedua pemain ini dari beberapa segi mulai dari sejarah, fisik, skill dan attitude mereka di lapangan.

C.Ronaldo
C. Ronaldo lahir di portugal pada tanggal 5 februari 1985 dengan nama Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro dari pasangan keluarga yang sederhana. Ia mulai bermain sepak bola diumur 8 tahun dan masuk salah satu klub sepak bola kecil di kota tempatnya lahir, dan konon karena begitu tertariknya ia pada sepakbola sampai-sampai pelajaran sekolahnya diabaikan. Tahun 1996 ronaldo mulai berpisah dari keluarganya dan hidup mandiri untuk bergabung dengan Sporting Lisbon yang merupakan salah satu raksasa sepak bola portugal. Di umur ke 17 tahun, ronaldo mulai sedikit mencuri perhatian publik atas permainannya di kejuaran UEFA U17. Di tahun 2003, klub raksasa inggris Manchester United mengadakan laga persahabatan dengan Sporting lisbon. Disinilah Ronaldo mulai menunjukan taringnya sebagai pemain yang “menggigit”. dalam pertandingan tersebut, manchester united kalah dengan skor 3-1 dan dalang dari kekalahan tsb adalah Ronaldo. bagaimana tidak? jika anda lihat videonya di youtube, benar-benar terlihat betapa merepotkannya Ronaldo bagi barisan belakang MU. atas desakan para pemain MU, Sir Alex Ferguson (pelatih MU) memutuskan untuk mendatangkannya ke Old Trafford dan sang bintangpun lahir. singkat cerita, karir Ronaldo yang luar biasa di MU menarik perhatian raksasa sepak bola spanyol dan dunia, Real Madrid. dengan biaya yang sesuai dengan kualitasnya, MU resmi melepas Ronaldo ke Madrid.( sumber: http://www.ronaldo7.net/id/biografi/biografi.html )

(+)Kelebihan
– Ronaldo adalah pemain sepak bola yang dapat bermain dengan kedua kakinya yang membuat dia dapat bermain di mana saja: kanan, kiri atau melalui tengah. (wikipedia)

–  Ronaldo memiliki kemampuan teknik yang hebat. Selain gerakan multi step-over, dia juga mengembangkan banyak kemampuan lainnya, membuat dia sangat lincah dan sebagai pemain sayap yang tidak dapat diprediksikan gerakannya.(wikipedia)

– Ronaldo memiliki kemampuan mengeksekusi bola-bola mati yang  sangat terkenal, dia dapat mencetak gol dari jarak dekat maupun jauh, selain itu dia memiliki gaya khas dalam mengeksekusi tendangan bebas dengan berdiri tegak dan sedikit membuka kedua kakinya. Para fansnya biasa menyebut tendangannya dengan nama “Ronaldo Rocket”

– Ronaldo adalah pemain yang perkembangannya sangat pesat, bisa dilihat mulai dari awal kedatangannya ke MU dengan fisik yang bisa dibilang “kecil” sampai ke Real Madrid. selain itu dia adalah pemain yang berlatih  dengan sangat keras, ini terbukti dari kemampuannya di lapangan yang terus-menerus meningkat

( – )  Kekurangan

– Kekurangan dari Cristiano Ronaldo salah satunya adalah sifat emosionalnya yang sesekali meluap dan kadang tidak terkontrol khususnya pada laga-laga bertensi tinggi seperti el classico.

– Sesekali serakah, jika sudah keasikan mengaduk-aduk bola ia kadang lupa rekan satu timnya

– Terkadang egois , namun belakang ini menurut pengamatan saya sudah mulai berkurang

– Attitude diluar lapangan yang masih kurang, namun juga terlihat mulai membaik.

L. Messi

Lionel Andrés Messi (lahir 24 Juni 1987 di Rosario, Argentina) adalah pemain sepak bola yang kini bermain untuk FC Barcelona dan Argentina sebagai striker atau pemain sayap. Dianggap salah satu pemain sepakbola terbaik dari generasinya, Messi menerima beberapa Ballon d’Or dan FIFA World Player nominasi Tahun pada usia 21, dan menang pada tahun 2009 dan 2010 Gaya bermain dan kemampuannya telah menarik perbandingan dengan Diego Maradona, yang sendiri menyatakan Messi sebagai “pengganti” nya. Messi mulai bermain sepakbola pada usia muda dan potensi dengan cepat diidentifikasi oleh Barcelona. Dia meninggalkan tim muda Old Boys Rosario berbasis Newell yang pada tahun 2000 dan pindah dengan keluarganya ke Eropa, seperti Barcelona menawarkan pengobatan untuk kekurangan hormon pertumbuhannya. Membuat debutnya di musim 2004-05, dia memecahkan rekor timnya untuk pemain termuda yang mencetak gol liga. Mayor kehormatan segera diikuti ketika Barcelona memenangkan La Liga di musim debutnya Messi, dan memenangkan ganda liga dan Liga Champions pada tahun 2006. (wikipedia)

(+) Kelebihan

– Cara menggocek dan menggiring bolanya yang luar biasa benar-benar berasal dari bakat alaminya. beberapa orang menganggapnya sebagai orang yang terlahir untuk bermain sepak bola bahkan beberapa pemain menganggap dia adalah pemain yang berasal dari planet lain.

– Insting mencetak Golnya yang tinggi juga menambah nilai plus pemain ini. terbukti dengan banyaknya rekor gol yang ia pecahkan baik di liga lokal maupun eropa.

– Pemain yang satu ini terkenal baik hati dan tidak egois dengan rekan setimmnya

( – ) Kekurangan

–  Kelemahan yang paling terlihat dari pemain ini adalah fisiknya yang kecil. hal ini diakibatkan oleh penyakit kekurangan hormon yang dideritanya sejak kecil

– Pemain ini sesekali suka “bereksperimen” dengan mencoba-coba menembus pertahanan lawan seorang diri. meskipun sesekali berhasil, namun tidak jarang juga gagal dan peluang terbuang sia-sia

– Pemain ini juga sedikit “manja” karena sesekali masih tergantung dengan dua rekan setimmnya yaitu Xavi dan Iniesta.

KESIMPULAN

Secara Teknik dan skill kedua pemain ini cenderung sama. Hanya saja ronaldo sedikit lebih unggul karena kemampuan bola matinya dan dari segi fisik. Namun bukan berarti messi kalah dari ronaldo, kemampuan dribbel messi menurut saya sedikit diatas ronaldo. selain itu attitude messi juga lebih baik ketimbang ronaldo. sekian lah perbandinga ronaldo dan messi menurut saya. Setiap orang punya penilaian masing-masing dan terserah pada anda mana yang menurut anda lebih baik terlepas dari klub mana yang anda favoritkan.